Sumber dari :
Widi Agustian – Okezone
WASHINGTON – Bencana alam gempa bumi yang menimbulkan tsunami di Jepang akhir pekan lalu telah mengakibatkan kerugian asuransi sekira USD12-USD25 miliar.

Perusahaan penilai risiko, EQECAT mengatakan gempa sebesar 9,0 SR yang melanda Jepang serta tsunami besar telah membuat kerugian yang signifikan bagi industri asuransi. “EQECAT memperkirakan kerugian dari pertanggungan sebesar USD12-D25 miliar,” kata perusahaan itu seperti dilansir dari AFP.

“Ini perkiraan kerugian meliputi dampak gempa bumi, berikutnya tsunami dan kebakaran, dan kerugian untuk mobil, kehidupan laut, dan asuransi kecelakaan diri,” tambahnya.

Tapi perkiraan kerugian itu tidak memperhitungkan krisis nuklir yang kini berkembang. Pemerintah Jepang sekarang telah berlomba untuk mencegah bencana yang lebih besar akibat nuklir ini, “Perkiraan ini tidak memperhitungkan kerugian terkait dengan darurat nuklir yang saat ini tengah terjadi di pembangkit listrik di wilayah tersebut,” katanya.

EQECAT memperkirakan bahwa antara USD2,0 miliar hingga USD4,0 miliar dari kerugian diperkirakan akan ditanggung oleh pemerintah Jepang dari Reasuransi Gempa.(wdi)